Penyebab Terjadinya Pemanasan GlobalPenyebab terjadinya pemanasan global tak lain adalah akibat dari ulah kita sendiri. Banyak kebiasaan manusia yang menyebabkan suhu di bumi menjadi semakin panas. Hal ini sudah pasti berpengaruh terhadap lingkungan atau sumber daya alam.

Pemanasan global atau global warming merupakan kenaikan suhu rata-rata pada atmosfer, laut, dan daratan sebagai akibat fenomena perubahan iklim yang sangat drastis. Suhu rata-rata bumi telah mengalami peningkatan hingga 2 kali lipat dibanding 50 tahun silam.

Kupas Tuntas 6 Penyebab Terjadinya Pemanasan Global

Siklus alami geografis bumi memang menjadi faktor kenaikan suhu. Akan tetapi, fakta membuktikan jika penyebab utama global warming adalah emisi gas CO2 sebagai efek rumah kaca.

Gas hasil rumah kaca tersebut diserap oleh atmosfer dan dipantulkan kembali ke permukaan bumi. Simak beberapa kebiasaan dan aktivitas manusia yang menjadi penyebab utama global warming berikut ini.

Kegiatan Industri

Kegiatan perindustrian dianggap menjadi titik awal terjadinya kenaikan suhu yang masif setiap tahunnya. Adapun kadar CO2, metana, dan nitrogen sebagai zat emisi yang dihasilkan dari kegiatan industri adalah sebesar 412 bagian/juta dalam kurun waktu 150 tahun terakhir.

Penggunaan Bahan Bakar

Bensin juga merupakan faktor penyebab terjadinya pemanasan global. Mengapa? Bahan bakar tersebut menghasilkan CO2 di mana gas tersebut bisa menangkap cahaya panas serta meningkatkan kenaikan suhu bumi.

Penggunaan Listrik Berlebihan

Dari 6 penyebab  terjadinya pemanasan global, salah satunya adalah konsumsi listrik yang berlebihan. Kok bisa? Penguapan cahaya saat Anda memakai listrik dapat mengakibatkan suhu menjadi lebih panas. Suhu panas yang terperangkap di bumi inilah yang dapat menyebabkan kerusakan alam.

Membuka Lahan Baru dengan Membakar Hutan

Hutan merupakan paru-paru kehidupan. Banyak sekali fungsi hutan dalam kehidupan manusia. Selain sebagai pengatur siklus air, meminimalisir terjadinya banjir, dan tanah longsor, hutan juga berfungsi menyerap dan mengunci CO2 sehingga gas berbahaya tersebut tidak sampai terperangkap di atmosfer.

Hal paling miris adalah kita kehilangan sekitar 14,5 ha hutan setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh ulah manusia yang masih saja membuka lahan baru dengan cara membakar hutan.

Kegiatan tersebut juga menyebabkan efek rumah kaca. Keseimbangan ekosistem otomatis juga akan terganggu.

Kebakaran hutan Amazone dan hutan di  negara kita merupakan penyumbang terbesar kebakaran hutan di dunia. Efek kebakaran hutan dalam jangka panjang adalah semakin memperparah global warming dan perubahan iklim yang drastis di tahun-tahun mendatang.

Peternakan Besar

Penyebab terjadinya pemanasan global berikutnya memang jarang dipublikasikan. Namun, fakta membuktikan bahwa peternakan juga turut andil dalam meningkatkan pemanasan global.

Hal ini disebabkan oleh jumlah limbah yang dihasilkan setiap harinya. Produksi limbah inilah yang menyebabkan peningkatan efek rumah kaca. Salah satu gas pembentuk rumah kaca adalah metana. Limbah kotoran hewan ternak mengandung gas tersebut.

Metana juga dipancarkan selama kegiatan produksi bahan tambang seperti gas alam, batu bara, dan minyak. Gas metana juga dihasilkan oleh pembusukan sampah organik yang mudah kita temui di berbagai tempat.

Perilaku Hidup Konsumtif

Sifat manusia yang tidak pernah puas sudah bukan menjadi rahasia umum lagi. Perilaku hidup konsumtif ternyata juga berdampak buruk terhadap lingkungan. Parahnya lagi, kita sering menerapkan perilaku hidup konsumtif di kehidupan sehari-hari.

Melansir dari reusethisbag, kita telah memakai sebagian besar produk yang berkontribusi menghasilkan efek rumah kaca sebesar 60%.  Hal tersebut dikarenakan konsumsi energi untuk menghasilkan produk yang kita pakai membutuhkan energi relatif banyak. Bukan saja saat diproduksi, bahkan untuk menjaganya juga masih membutuhkan energi, seperti energi listrik dan batu bara.

Sebagian besar penyebab terjadinya pemanasan global memang berasal dari ulah manusia. Bisa saja masyarakat tidak menyadari fenomena alam tersebut. Faktanya, istilah global warming memang masih awam bagi sebagian besar masyarakat. Hal inilah yang membuat masyarakat seolah mengabaikan potensi ancaman yang bisa saja muncul, baik dalam jangka waktu pendek atau panjang. Stop global warming mulai sekarang!

Kategori: Blog

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.